Perhilitan Tanjong Malim Selidiki Auman Harimau Viral dan Tangkap Macan Kumbang di Bukit Bangkong
Direktur departemen tersebut, Yusoff Shariff, mengatakan bahwa departemen tersebut belum menerima laporan resmi apa pun mengenai masalah ini, tetapi telah mengerahkan personel untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dia mengatakan penyelidikan dimulai setelah beredarnya video viral di platform media sosial, termasuk Facebook dan WhatsApp, yang diduga merekam suara auman harimau.
“Sejauh ini, kami hanya menerima informasi melalui grup WhatsApp hari ini mengenai individu-individu yang mengaku telah mendengar auman harimau.
“Meskipun demikian, Perhilitan telah mengirimkan petugas ke daerah tersebut untuk menyelidiki, melakukan pemantauan, dan mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan,” katanya kepada Bernama ketika dihubungi hari ini.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 15 detik yang viral di media sosial merekam suara yang diyakini sebagai auman harimau di dekat kabarmalaysia.com area hutan yang berdekatan dengan sebuah sekolah menengah dan lingkungan perumahan di Proton City, Tanjong Malim.
Sementara itu, Yusoff mengatakan bahwa seekor macan kumbang jantan tertangkap dalam perangkap yang dipasang oleh Perhilitan di Bukit Bangkong di sini hari ini.
Dia mengatakan bahwa macan kumbang tersebut, yang diperkirakan berusia sekitar tiga tahun dan beratnya sekitar 40 kilogram, diyakini telah masuk ke dalam perangkap sekitar pukul 4 pagi. Perangkap tersebut telah dipasang sejak 9 Desember.
“Diyakini bahwa macan kumbang itu berusaha memangsa anak sapi yang digunakan sebagai umpan dalam perangkap yang telah dipasang sekitar sebulan yang lalu.
“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, macan kumbang tersebut ditemukan dalam kondisi kesehatan yang baik, tanpa adanya luka yang terdeteksi di bagian tubuhnya,” katanya ketika dihubungi oleh Bernama hari ini.
Yusoff menambahkan bahwa macan kumbang tersebut telah dipindahkan dari area tersebut dan akan dilepaskan ke habitat yang sesuai di wilayah asalnya.
Pada tanggal 8 Desember, warga Bukit Bangkong diliputi rasa takut setelah terbangun oleh serangan hewan liar yang diyakini melibatkan seekor harimau, yang mengakibatkan kematian dua ekor sapi dan hilangnya lima ekor lainnya.
Menanggapi keluhan dari warga, Perhilitan memasang perangkap dan dua kamera pengintai untuk mempermudah penangkapan predator tersebut.
Yusoff mengatakan jebakan akan terus ditempatkan di lokasi yang sama karena serangan terhadap ternak diyakini dilakukan oleh seekor harimau.
“Ini berdasarkan bukti dari temuan sebelumnya, termasuk jejak kaki dan rekaman yang diambil oleh kamera pengintai di dekat lokasi perangkap, yang menunjukkan apa yang diyakini sebagai seekor harimau,” katanya.
Dalam hal ini, ia menasihati masyarakat, khususnya warga sekitar Bukit Bangkong, untuk tetap waspada dan menahan diri dari melakukan aktivitas di daerah tersebut, terutama pada malam hari.